Survei Indeks Massa Tubuh (Imt) Dan Anthropomethry Pada Siswa Kelas 1-6 Di Sdn Srikaton Kecamatan Papar Kabupaten Kediri

Authors

  • Ricky saputra Universitas Nusantara PGRI Kediri
  • Irwan Setiawan Universitas Nusantara PGRI Kediri
  • Puspodari Universitas Nusantara PGRI Kediri
  • Teguh Budi Susilo Universitas Nusantara PGRI Kediri

DOI:

https://doi.org/10.2024/ns.v3i04.2025_P422-430

Keywords:

Survei, Indeks Massa Tubuh (IMT), IAntropomethry

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan pengukuran antropometri pada siswa kelas 1 hingga 6 di SDN Srikaton, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. Variabel independen (X) dalam penelitian ini adalah IMT, yang dihitung berdasarkan berat dan tinggi badan siswa. Variabel dependen (Y) adalah status gizi, yang dinilai melalui pengukuran ketebalan lipatan kulit menggunakan alat Skinfold Caliper. Metode penelitian ini melibatkan pengukuran tinggi dan berat badan untuk menghitung IMT, serta pengukuran ketebalan lipatan kulit di beberapa titik tubuh untuk menilai komposisi lemak tubuh. Sebagai alat untuk mengukur status gizi, IMT memiliki kelebihan dalam hal kemudahan dan kecepatan pengukuran. Namun, IMT tidak dapat membedakan antara massa otot dan lemak tubuh, sehingga tidak selalu mencerminkan komposisi tubuh secara akurat. Sebaliknya, pengukuran ketebalan lipatan kulit menggunakan Skinfold Caliper dapat memberikan perkiraan persentase lemak tubuh yang lebih akurat, meskipun memerlukan keterampilan teknis dan konsistensi dalam pengukuran. Kombinasi kedua metode ini dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai status gizi dan komposisi tubuh siswa.dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai status gizi siswa di SDN Srikaton dan menjadi dasar untuk intervensi yang lebih tepat dalam upaya meningkatkan kesehatan dan gizi anak-anak.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adhitya Pradana. (2014). Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Nilai Lemak Viseral. Jurnal Media Medika Muda. Fakultas Kedokteran,universitas Diponegoro.

Andriyani, Fitria Dwi. (2014). Physical Activity Guidelines for Children. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, Volume 10, Nomor 1, April 2014 hal 61- 67.

Hargreaves, 2022. Anthropometric Measures of Obesity and Associated Cardiovascular Disease Risk in The Eastern Caribbean Health Outcomes Research Network (ECHORN) Cohort Study. BMC Public Health, 21(399). https://doi.org/10.1186/s12889-021-10399-3

Imam Hidayat. (1999). Biomekanika. Bandung: FPOK IKIP Bandung. Irianto, K. (2007). Gizi dan Pola Hidup Sehat. Bandung: Yrama Widya.

Izzaty, Rita E. (2008). Perkembangan Peserta Didiki. Yogyakarta: UNY Press.

Kesmas. (2013). Model Prediksi Indeks Massa Tubuh Remaja Berdasarkan Riwayat Lahir dan Status Gizi Anak. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 8, No. 1, Agustus 2013

Kuswana (2015: 66-67) Model Prediksi Indeks Massa Tubuh Remaja Berdasarkan Riwayat Lahir dan Status Gizi Anak. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 8, No. 1

Raihanata Yusa, N. dan Wiriawan, O. 2016. Perbandingan IMT Dan VO2 max Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 5 Bangkalan Yang Berjalan Kaki, Bersepeda, Dan Berkendara Motor.

Radiopoetro. (1973). Jenis Kelamin, Manifestasinya, Kelainan dan Penerapannya Terhadap Manusia. Seri Penerbitan Dies Natalis UGM Yogyakarta.

Rahmani, Mikanda. (2014). Buku Super Lengkap Olahraga. Jakarta: Dunia Cerdas. Rahmawati, Neni T. (1996). Beberapa Ukuran Antropometri pada Atlet Sepakbola dan Bulutangkis di Yogyakarta. Jurnal Kedokteran. Yogyakarta: UGM.

Rasyid, Buchari dan Syauki. (2015) Buku Panduan Pendidikan Keterampilan Klinik 1.Universitas Hasanuddin: Fakultas Kedokteran.

Retnaningsih, E. dan Oktariza, R. 2011. Pengaruh Aktivitas Fisik terhadap kejadian Obesitas Pada Murid. Jurnal Pembangunan Manusia.

Utari.A. (2007). Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Tingkat Kesegaran Jasmani Pada Anak Usia 12-14 Tahun. Semarang: Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro.

Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Tindakan Komprehensif. Bandung: Alfabeta. Siregar, Yesti H. W., Ernalia, Yanti, Restuastuti, Tuti. 2016. Gambaran Status Gizi Pada Siswa Sekolah Dasar di Desa Teluk Kiambang Kecematan Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir. JOM Bidang Kedokteran 3(2): 1-13.

Sinta Zakiyah, 2024. Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Nilai Lemak Viseral. Jurnal Media Medika Muda. Fakultas Kedokteran,universitas Diponegoro.

Situmorang, M. 2015. Penentuan Indeks Massa Tubuh (IMT) melalui Pengukuran Berat dan Tinggi Badan Berbasis MikrokontrolerAT89S51 dan PC. Jurnal teori dan aplikasi fisika.

Widiyawati, N. (2014). Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Obesitas Pada Anaka Sekolah Dasar Usia 6-14 Tahun. Yogyakarta: STIKES Aisyiyah.

World Helath Organization. (2016). ”Physical Activity”. Diambil dari http://www.who.int/topics/physical_activity/en/, Pada 15 Maret 2018.

Yadika et al., 2019. Hubungan Antara Aktivitas Fisik dengan Status Nutrisi Anak Usia Sekolah di SD Bopkri Gondolayu Kota Yogyakarta. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.

Published

2025-11-30

How to Cite

Ricky saputra, Setiawan, I., Puspodari, & Susilo, T. B. (2025). Survei Indeks Massa Tubuh (Imt) Dan Anthropomethry Pada Siswa Kelas 1-6 Di Sdn Srikaton Kecamatan Papar Kabupaten Kediri. NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Keolahragaan, 3(04), 422–430. https://doi.org/10.2024/ns.v3i04.2025_P422-430