https://jurnal.nusantarasporta.com/index.php/ns/issue/feedNUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan2026-01-13T13:09:02+07:00Dr. Dhedhy Yuliawan, S.Pd., M.Ordhedhy07@nusantarasporta.comOpen Journal SystemsNUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaanhttps://jurnal.nusantarasporta.com/index.php/ns/article/view/231Survei Indeks Massa Tubuh (Imt) Dan Anthropomethry Pada Siswa Kelas 1-6 Di Sdn Srikaton Kecamatan Papar Kabupaten Kediri2025-08-09T08:36:23+07:00Ricky saputraraffiduwi77@gmail.comIrwan SetiawanIrwansetiawan@unpkediri.ac.idPuspodaripuspodari@unpkdr.ac.idTeguh Budi Susiloteguhbudisusilo9@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan pengukuran antropometri pada siswa kelas 1 hingga 6 di SDN Srikaton, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. Variabel independen (X) dalam penelitian ini adalah IMT, yang dihitung berdasarkan berat dan tinggi badan siswa. Variabel dependen (Y) adalah status gizi, yang dinilai melalui pengukuran ketebalan lipatan kulit menggunakan alat Skinfold Caliper. Metode penelitian ini melibatkan pengukuran tinggi dan berat badan untuk menghitung IMT, serta pengukuran ketebalan lipatan kulit di beberapa titik tubuh untuk menilai komposisi lemak tubuh. Sebagai alat untuk mengukur status gizi, IMT memiliki kelebihan dalam hal kemudahan dan kecepatan pengukuran. Namun, IMT tidak dapat membedakan antara massa otot dan lemak tubuh, sehingga tidak selalu mencerminkan komposisi tubuh secara akurat. Sebaliknya, pengukuran ketebalan lipatan kulit menggunakan Skinfold Caliper dapat memberikan perkiraan persentase lemak tubuh yang lebih akurat, meskipun memerlukan keterampilan teknis dan konsistensi dalam pengukuran. Kombinasi kedua metode ini dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai status gizi dan komposisi tubuh siswa.dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai status gizi siswa di SDN Srikaton dan menjadi dasar untuk intervensi yang lebih tepat dalam upaya meningkatkan kesehatan dan gizi anak-anak.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Ricky saputra; Irwan Setiawan, Puspodari, Teguh Budi Susilohttps://jurnal.nusantarasporta.com/index.php/ns/article/view/242Representasi Kondisi Fisik Siswa UKM Pencak Silat PSHT Komisariat Universitas Nusantara PGRI Kediri2025-08-13T18:25:27+07:00Aliefitto Cahya MuliawanAliefitto22@gmail.comDhedhy Yuliawandhedhy_jogja@unpkediri.ac.idMokhammad Firdausm.firdaus@unpkediri.ac.id<p>Kondisi fisik merupakan salah satu faktor penentu performa atlet dalam cabang olahraga pencak silat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi fisik siswa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Komisariat Universitas Nusantara PGRI Kediri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif. Subjek penelitian adalah 10 siswa aktif UKM PSHT UNP Kediri. Instrumen pengumpulan data meliputi tes push-up untuk kekuatan otot lengan, sit-up untuk daya tahan otot perut, sprint 30 meter untuk kecepatan, tes VO₂max untuk daya tahan kardiorespirasi, dan lari zig-zag untuk kelincahan. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan tendensi sentral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen kekuatan otot lengan dan daya tahan otot perut berada pada kategori baik hingga sangat baik (70%), kecepatan sebagian besar berada pada kategori sedang (80%), VO₂max berada pada kategori cukup (50%) dan baik (30%), serta kelincahan didominasi kategori baik (60%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi fisik siswa UKM PSHT UNP Kediri relatif baik pada aspek kekuatan dan daya tahan otot, namun masih memerlukan peningkatan pada kecepatan dan daya tahan kardiorespirasi untuk mendukung performa optimal saat bertanding</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Aliefitto Cahya Muliawan; Dhedhy Yuliawanhttps://jurnal.nusantarasporta.com/index.php/ns/article/view/241Survei Teknik Dasar Kiper di SSB Putra Gemilang Kabupaten Kediri2025-08-13T17:48:23+07:00Rechan Pratama Putrarechanpratamaputra2@gamail.comRuruh Andayani Bektiruruh.andbe@unpkediri.ac.idDhedhy Yuliawandhedhy_jogja@unpkediri.ac.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengamatan peneliti pada SSB Putra Gemilang di Kabupaten Kediri, yang menunjukkan adanya calon kiper muda potensial dengan postur tubuh ideal, kelincahan, refleks cepat, dan kemampuan melompat yang baik, namun masih memiliki kekurangan dalam penguasaan teknik dasar. Permasalahan yang ditemukan antara lain keterlambatan dalam merespons pergerakan bola, terutama saat menghadapi tembakan mendadak atau bola pantul, posisi yang kurang ideal untuk mengantisipasi tembakan lawan, serta kesalahan dalam mengarahkan bola tepisan yang justru memantul ke depan gawang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan teknik dasar kiper di SSB Putra Gemilang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik survei, dan instrumen penelitian berupa tes menangkap bola penalti (bola datar, sedang, dan tinggi). Seluruh populasi yang terdiri dari 5 kiper dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60% kiper berada dalam kategori Cukup, 20% Baik, dan 20% Kurang. Tidak ada kiper yang masuk kategori Baik Sekali maupun Kurang Sekali. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi pelatih dalam menyusun program latihan yang lebih efektif dan juga sebagai referensi untuk pengembangan ilmu kepelatihan sepak bola usia dini.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Rechan Pratama Putra; Ruruh Andayani Bekti, Dhedhy Yuliawanhttps://jurnal.nusantarasporta.com/index.php/ns/article/view/243Literasi Kebugaran Jasmani Peserta Didik Sekolah Pencak Silat Tunas Putih Usia Dini Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk2025-08-13T23:53:02+07:00Sanggang Esa Saksenasanggangesa@gmail.comMoh. Nur Kholisnurkholis88@unpkediri.ac.idTeguh Budi Susiloteguhbudisusilo9@gmail.com<p>Literasi kebugaran jasmani merupakan kemampuan individu dalam memahami pentingnya kebugaran jasmani, mengetahui cara menjaga kebugaran, serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) memiliki peran strategis dalam membangun literasi kebugaran jasmani melalui pengalaman belajar yang sistematis, terstruktur, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebugaran jasmani dan literasi kebugaran jasmani peserta didik Sekolah Pencak Silat Tunas Putih. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan subjek peserta didik putra dan putri. Hasil analisis pertama menunjukkan bahwa tingkat kebugaran jasmani peserta didik didominasi kategori cukup, yaitu 43 anak (75,79%), sedangkan kategori baik hanya 9 anak (15,07%). Analisis kedua terkait literasi kebugaran jasmani menunjukkan bahwa mayoritas peserta didik berada pada kategori cukup sebanyak 21 anak (82%), sementara kategori baik hanya 3 anak (12%). Selanjutnya, hasil analisis ketiga pada peserta didik putri menunjukkan tingkat kebugaran jasmani berada pada kategori cukup dengan frekuensi 22 anak (71,97%). Berdasarkan keseluruhan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tingkat kebugaran jasmani dan literasi kebugaran jasmani peserta didik Sekolah Pencak Silat Tunas Putih berada pada kategori cukup. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan kualitas pembelajaran PJOK dan program latihan yang terencana untuk meningkatkan kebugaran jasmani dan literasi kebugaran peserta didik secara optimal.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Sanggang Esa Saksena; Moh. Nur Kholis, Teguh Budi Susilohttps://jurnal.nusantarasporta.com/index.php/ns/article/view/232Survei Kondisi Fisik Atlet Pencak Silat Pagar Nusa Pac Ngetos Pc Nganjuk Untuk Menghadapi Kejurcab Vi Pagar Nusa Nganjuk2025-07-28T17:20:41+07:00Rudi Ahmadirudiahmadi335@gmail.comM. Anis Zawawizawawi@unpkediri.ac.idMoh. Nur Kholisnurkholis88@unpkediri.ac.idTeguh Budi Susiloteguhbudisusilo9@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran penting kebugaran jasmani dalam menunjang prestasi atletik, khususnya pada cabang olahraga pencak silat yang menuntut kondisi fisik optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik atlet Pencak Silat Pagar Nusa PAC Ngetos PC Nganjuk sebagai bagian dari persiapan menghadapi Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Pagar Nusa ke-6 Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian meliputi seluruh atlet pencak silat putra Pagar Nusa PAC Ngetos PC Nganjuk yang berjumlah 30 atlet dengan rentang usia 15–19 tahun, dan seluruh populasi dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen tes dan pengukuran kebugaran jasmani. Analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk menentukan distribusi persentase dan kategori tingkat kebugaran jasmani atlet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fisik atlet pencak silat usia 15–19 tahun berada pada dua kategori, yaitu kategori cukup sebesar 80% dan kategori baik sebesar 20%. Tidak ditemukan atlet yang masuk dalam kategori kurang maupun sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kondisi fisik atlet Pencak Silat Pagar Nusa PAC Ngetos PC Nganjuk secara umum berada pada kategori cukup dan baik, sehingga diperlukan program latihan fisik yang lebih terencana dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesiapan atlet dalam menghadapi kompetisi</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Rudi Ahmadi; M. Anis Zawawi, Moh. Nur Kholis, Teguh Budi Susilohttps://jurnal.nusantarasporta.com/index.php/ns/article/view/161Pengembangan Model Latihan Keseimbangan Melalui Permainan Tradisional Engklek Pada Siswa Kelas I SD Negeri Bulusari 1 Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri2025-08-08T17:28:32+07:00Efrin Arysurya Prsetyaefrinarysurya29@gmail.comWasis HimawantoWasishimawanto@gmail.comDwi Sulistyo Nugrohodwinugrohospd44@guru.sd.belajar.id<p>Penelitian ini membahas tentang bagaimana pengaruh pengembangan model latihan keseimbangan melalui permainan tradisional engklek terhadap hasil belajar siswa kelas I SD Negeri Bulusari 1 Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian tindakan kelas (classroom action research). Subjek penelitian adalah siswa kelas I SD Negeri Bulusari 1 Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri sebanyak 32 siswa. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan sesuai tahapan perencanaan, pelaksanaan kegiatan, pengamatan, dan refleksi. Model latihan keseimbangan yang dikembangkan adalah permainan tradisional engklek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan model latihan keseimbangan dengan permainan tradisional engklek terbukti berhasil meningkatkan hasil belajar senam lantai mata pelajaran PJOK pada siswa kelas I SD Negeri Bulusari 1 Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, tahun ajaran 2024/2025. Hal ini dibuktikan dari peningkatan nilai total rata-rata hasil belajar mulai dari tahap Pra Siklus sebesar 68,2, kemudian pada tahap Siklus I meningkat menjadi 70,2, dan pada Siklus II meningkat lagi menjadi 72,3. Juga dibuktikan dari peningkatan persentase ketuntasan hasil belajar pada tahap Pra Siklus sebesar 71,8%, kemudian pada tahap Siklus I terdapat peningkatan menjadi 81,3%, kemudian pada tahap Siklus II terdapat peningkatan lagi menjadi 100,0%.</p>2024-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Efrin Arysurya Prsetya; Wasis Himawanto, Dwi Sulistyo Nugrohohttps://jurnal.nusantarasporta.com/index.php/ns/article/view/188Penerapan Model Pembelajaran Teaching at the Right Level Pada Materi Shooting Sepak Bola Untuk Meningkatkan Hasil Belajar2025-08-08T17:02:10+07:00Mohammad Satriyo Bhaktipeserta.18887@ppg.belajar.idDhedhy Yuliawandhedhy_jogja@unpkediri.ac.idRina Dwi Rahmawatirinadwirahmawati79@gmail.comAbdul Haris Nugrohoabdul.haris@umy.ac.id<p>Teaching at the Right Level atau biasa di singkat (TaRL) adalah metode pendekatan pada proses pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta didik untuk memastikanproses belajar yang efektif. Penelitian ini diterapkan dalam pembelajaran pendidikan jasmani, khususnya dalam teknik shooting sepak bola. Subjek penelitian melibatkan 36 siswa kelas 10 P 10 SMAN 1 Pare, terdiri dari 22 perempuan dan 14 laki-laki. Pada Siklus I, rata-rata nilai siswa adalah 64,58, dengan 81% (29 siswa) masuk dalam kelompok kurang mahir, 19% (7 siswa) kelompok mahir, dan tidak ada yang sangat mahir. Setelah perbaikan di Siklus II, rata-rata nilai meningkat menjadi 84,44. Sebanyak 56% (20 siswa) termasuk kelompok mahir, 44% (16 siswa) kelompok sangat mahir, dan tidak ada lagi yang kurang mahir. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan TaRL efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam teknik shooting sepak bola</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Mohammad Satriyo Bhakti; Dhedhy Yuliawan, Rina Dwi Rahmawati, Abdul Haris Nugrohohttps://jurnal.nusantarasporta.com/index.php/ns/article/view/233Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Dribble Permainan Bola Basket Melalui Penerapan Pembelajaran Dengan Metode Tarl Kelas X P3 Sma Negeri 1 Pare2025-08-04T08:52:30+07:00Resa Suli Febrianfebrianresa7@gmail.comM. Yanuar Rizkyyanuar.rizky@unpkediri.ac.idPuspodaripuspodari@unpkediri.ac.idRina Dwi Rahmawatirinadwirahmawati79@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkatan Hasil Belajar Dribble Permainan Bola Basket melalui Penerapan Pembelajaran dengan Metode TaRL pada Kelas X P3 SMA Negeri 1 Pare. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 36 siswa atau seluruh siswa kelas X P3 SMA Negeri 1 Pare. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, penilaian tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan mengolah hasil observasi yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perubahan yang berdampak positif pada kemampuan belajar siswa di pembelajaran siklus 2. Metode pembelajaran TaRL yang diterapkan di pembelajaran siklus 2 dapat menentukan hasil belajar siswa dan meningkatkan kemampuan belajar teknik dribble permainan bola basket</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Resa Suli Febrian; M. Yanuar Rizky, Puspodari; Rina Dwi Rahmawatihttps://jurnal.nusantarasporta.com/index.php/ns/article/view/234Peningkatan Teknik Dasar Menggiring Bola dalam Permainan Sepakbola melalui Penerapan Circuit training pada Siswa Kelas 10 P 09 SMAN 1 Pare Kabupaten Kediri2025-08-04T19:19:58+07:00Mohamad Huzair Tarmidhimohamadhuzairtarmidhi@gmail.comDhedhy Yuliawandhedhy_jogja@unpkediri.ac.idRina Dwi Rahmawatirinadwirahmawati79@gmail.com<p>Kemampuan menggiring bola merupakan salah satu keterampilan dasar penting dalam permainan sepak bola, namun hasil observasi awal menunjukkan bahwa siswa kelas X SMAN 1 Pare masih mengalami kesulitan dalam aspek kecepatan, keseimbangan, dan kontrol bola. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menggiring bola siswa melalui penerapan latihan sirkuit dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian terdiri atas 34 siswa kelas X-9 SMAN 1 Pare. Instrumen penelitian meliputi tes keterampilan menggiring bola, lembar observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menggiring bola siswa yang ditunjukkan oleh penurunan rata-rata waktu dribbling dari 18,7 detik pada pre-test menjadi 17,5 detik pada Siklus I dan 16,3 detik pada Siklus II. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa latihan sirkuit efektif meningkatkan kemampuan menggiring bola siswa serta dapat digunakan sebagai alternatif pendekatan pembelajaran PJOK yang inovatif dan aplikatif.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Mohamad Huzair Tarmidhi; Dhedhy Yuliawan, Rina Dwi Rahmawatihttps://jurnal.nusantarasporta.com/index.php/ns/article/view/181Meningkatkan Minat Belajar Siswa Melalui Penerapan Permainan Tradisional dalam Pembelajaran PJOK2025-08-08T17:17:17+07:00Wildan FauzitamaFauzitamawildan@gmail.comAgus Cahyo Utomoaguscahyo1991@gmail.comM. Anis Zawawizawawi@unpkediri.ac.id<p>Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia, bersifat fundamental, dan tidak dapat dipisahkan dari keseharian. Keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan lembaga terkait, tetapi juga melibatkan berbagai elemen lain, termasuk peran guru sebagai pendidik dan pengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan permainan tradisional dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) serta menganalisis pengaruhnya terhadap minat belajar siswa. Penggunaan metode permainan tradisional dalam pembelajaran PJOK dapat membantu siswa menjadi lebih aktif dalam proses belajar. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan permainan tradisional memberikan dampak positif terhadap peningkatan keaktifan dan minat belajar siswa dalam mata pelajaran PJOK di SDN Datengan 2 Kediri. Kesimpulan ini didukung oleh adanya peningkatan nilai rata-rata siswa serta persentase ketuntasan belajar dari tahap pra-siklus, siklus I, hingga siklus II. Peningkatan ini terjadi karena permainan tradisional yang diterapkan dalam pembelajaran PJOK mampu membuat siswa lebih aktif dan termotivasi untuk belajar.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Wildan Fauzitama; Agus Cahyo Utomo, M. Anis Zawawihttps://jurnal.nusantarasporta.com/index.php/ns/article/view/235Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Shooting Sepak Bola Melalui Pembelajaran Kooperatif Teams Games SD Negeri Betet 3 Kota Kediri2025-08-04T22:54:25+07:00Retna Wintarianawintarianaretna@yahoo.comM. Akbar Husein AllsabahAkbarhusein@unpkediri.ac.idMoh. Aan Zainul Arifinedugamekediri@gmail.com<p>Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan umum yang bertujuan membantu peserta didik berkembang secara optimal sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Dalam pembelajaran sepak bola, keterampilan shooting menjadi salah satu aspek penting yang perlu dikuasai oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar shooting sepak bola melalui model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini siswa kelas 2A SD Negeri Betet 3 Kota Kediri. Data diperoleh melalui tes keterampilan shooting sebelum tindakan (pre-siklus), siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan shooting. Pada tahap pra-siklus, jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar sebanyak 8 siswa (29%), sedangkan 20 siswa (71%) belum tuntas, dengan rata-rata nilai 66,05. Pada siklus I, siswa yang tuntas meningkat menjadi 19 siswa (67,9%), sementara 9 siswa (32,1%) belum tuntas dengan rata-rata nilai 73,46. Pada siklus II, terjadi peningkatan lebih lanjut, dengan 25 siswa (89,3%) mencapai ketuntasan, sedangkan 3 siswa (10,7%) belum tuntas, dengan rata-rata nilai 80,56. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) efektif dalam meningkatkan hasil belajar shooting.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Retna Wintariana; M. Akbar Husein Allsabah, Moh. Aan Zainul Arifinhttps://jurnal.nusantarasporta.com/index.php/ns/article/view/240Upaya Meningkatkan Gerak Manipulatif dalam Permainan Kasti melalui Permainan Target Siswa Kelas IV Sd Negeri Kampungdalem 42025-08-12T19:38:58+07:00Irfan Triari Kusuma Wardanakusumairfan70@gmail.comRuruh Andayani Bektiruruh.andbe@unpkediri.ac.idAli MasrofiAlmasrofisambi@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan gerak manipulatif dalam permainan kasti melalui permainan target dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Arikunto (2016) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan empat tahap utama: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi lembar observasi, angket motivasi siswa, wawancara, dokumentasi, serta asesmen hasil belajar. Nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan dari siklus I yaitu sebesar 58,08 dengan rincian nilai lempar bola 56,25 nilai tangkap bola 70,05 dan nilai memukul bola 47,05 persentase ketuntasan klasikal 75 sebesar 0% (belum tuntas). Kemudian dilanjutkan ke siklus II nilai rata-rata siswa kembali mengalami peningkatan sebesar 81,25 dengan rincian nilai lempar bola 78,25 nilai tangkap bola 88,05 dan nilai memukul bola 77,0 persentase ketuntasan klasikal sebesar 90% (18 siswa tuntas) dan 10% (2 siswa belum tuntas). Hal ini menunjukan bahwa target yang telah ditetapkan sebelumnya KKM 75 telah tercapai sehingga penelitian dihentikan pada siklus II. Kemampuan gerak manipulatif peserta didik meningkat ditandai dengan 90% peserta didik tuntas KKM.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Irfan Triari Kusuma Wardana; Ruruh Andayani Bekti, Ali Masrofihttps://jurnal.nusantarasporta.com/index.php/ns/article/view/246Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Permainan Jala Ikan dalam Pembelajaran PJOK di SDN Betet 3 Kediri2025-08-15T21:19:53+07:00Yoga Pramudya Wardanayogaprawa@gmail.comM. Akbar Husein AllsabahAkbarhusein@unpkediri.ac.idMoh. Aan Zainul Arifinedugamekediri@gmail.com<p>Penelitian ini menerapkan metodologi Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan siklus untuk meningkatkan motivasi belajar dalam pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas III di SDN Betet 3. Studi dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.Pada Siklus I, tingkat motivasi belajar siswa rata-rata mencapai 55,7%, kemudian meningkat signifikan menjadi 73,56% pada Siklus II, menunjukkan kenaikan sebesar 17,86%. Peningkatan ini mencerminkan perubahan positif dalam antusiasme dan minat belajar siswa. Intervensi berupa "permainan jala ikan" dan aktivitas penyegaran yang diterapkan pada Siklus II terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar. Hasil penelitian mendemonstrasikan efektivitas pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan. Perbaikan yang dilakukan pada Siklus II berhasil menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif. Penelitian ini mengkonfirmasi manfaat metode PTK dengan pendekatan siklus dan penggunaan "permainan jala ikan" dalam meningkatkan motivasi belajar pada mata pelajaran PJOK. Temuan penelitian menekankan pentingnya pendekatan inovatif dalam proses pembelajaran untuk mencapai hasil belajar yang optimal</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Yoga Pramudya Wardana; M. Akbar Husein Allsabah, Moh. Aan Zainul Arifinhttps://jurnal.nusantarasporta.com/index.php/ns/article/view/268Latihan Fisik dan Adaptasi Akademik: Studi Eksperimen pada Mahasiswa Semester Awal di Perguruan Tinggi Berbasis Teknologi2026-01-12T15:14:15+07:00Imam Safeiimam.safei@ro.itera.ac.idBagus Aryatamabagus.aryatama@ro.itera.ac.idBurhaan ShodiqBurhaan.shodiq@ro.itera.ac.idBoy Sembaba TariganBoy.tarigan@ro.itera.ac.idInosen Lingsir MaghribInosen.maghribi@ro.itera.ac.id<p>Mahasiswa semester awal merupakan kelompok yang rentan terhadap stres dan tekanan psikologis akibat tingginya beban akademik serta proses adaptasi terhadap lingkungan perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas latihan fisik terstruktur terhadap tingkat stres dan beban akademik mahasiswa di Institut Teknologi Sumatera. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan pendekatan <em>pretest–posttest control group design</em>. Sebanyak 120 mahasiswa dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen mengikuti program latihan fisik intensitas ringan – sedang selama duabelas minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu, sedangkan kelompok kontrol menjalani aktivitas rutin tanpa intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami penurunan rerata skor beban akademik dari 72,4 ± 8,6 menjadi 64,1 ± 7,9 serta penurunan tingkat stres dari 21,6 ± 4,9 menjadi 15,2 ± 4,3. Sebaliknya, kelompok kontrol hanya menunjukkan perubahan kecil pada beban akademik (71,8 ± 8,2 menjadi 70,5 ± 8,4) dan tingkat stres (21,1 ± 5,1 menjadi 20,3 ± 5,0). Temuan ini menunjukkan bahwa latihan fisik terstruktur efektif dalam menurunkan stres dan persepsi beban akademik mahasiswa semester awal. Penelitian ini merekomendasikan integrasi latihan fisik sebagai strategi promotif kesehatan mental di perguruan tinggi.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Imam Safei; Bagus Aryatama, Burhaan Shodiq, Boy Sembaba Tarigan, Inosen Lingsir Maghribhttps://jurnal.nusantarasporta.com/index.php/ns/article/view/290Survey Tingkat Kemampuan Motorik Kasar Pada Anak Usia 9-10 Tahun Di Sdn Mrican 3 Kota Kediri2026-01-13T13:09:02+07:00Herlan Ferdha Pamungkasherlanferdha10@gmail.comMoh. Nur Kholiskholiswerkudoro@gmail.comArdhi Mardiyanto Indra Purnomoardhimardiyantoindra@unpkediri.ac.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemetaan tingkat kemampuan motorik kasar sebagai dasar untuk mengetahui dan meningkatkan perkembangan motorik anak usia 9–10 tahun dalam aktivitas olahraga. Permasalahan penelitian difokuskan pada tingkat kemampuan motorik kasar siswa usia 9–10 tahun di SDN Mrican 3 Kota Kediri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei terhadap 20 siswa sebagai sampel. Instrumen penelitian berupa tes dan pengukuran lima komponen motorik kasar, yaitu kecepatan (lari sprint 30 meter), kelincahan (lari zig-zag), koordinasi mata dan tangan (lempar tangkap bola tenis), power otot tungkai (lompat jauh tanpa awalan), dan keseimbangan (stork stand). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kecepatan berada pada kategori baik sekali hingga kurang, kelincahan dan koordinasi mata-tangan didominasi kategori baik dan cukup, power otot tungkai bervariasi dari kategori baik hingga kurang, serta keseimbangan sebagian besar berada pada kategori cukup. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik kasar siswa secara umum berada pada kategori cukup hingga baik. Hasil penelitian ini direkomendasikan sebagai acuan evaluasi program latihan, perencanaan pembelajaran pendidikan jasmani oleh guru, serta sebagai dasar bagi orang tua dalam mendampingi dan memotivasi anak untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar secara optimal.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Herlan Ferdha Pamungkas; Moh. Nur Kholis, Ardhi Mardiyanto Indra Purnomo